Kamis, 14 Maret 2013

Drama TK Subulussalam 2011/2012 Bekasi Barat (Versi Indonesia)


PINOKIO
 
SCENE I

Dahulu kala hiduplah seorang kakek tukang kayu yang tinggal di Italia. Kakek itu bernama Gepeto. Ia tinggal sebatang kara tanpa sanak saudara. Suatu hari ia membuat boneka kayu dan berharap boneka itu dapat berubah menjadi seorang anak laki-laki.

Gepeto                             : “Seandainya kau benar anak laki-lakiku, kau akan kunamai Pinokio.” 
                                          (berbicara kepada boneka kayu)
Kakek Gepeto berbicara sendiri sambil terus memahat boneka kayu itu. Tiba-tiba boneka itu mulai bergerak. Ia melihat ke arah kakek Gepeto, mengerenyitkan hidung dan menjulurkan lidahnya.
 
Gepeto                                : “Ya ampun! Apa yang terjadi?” (terkejut)

Tak lama setelah bagian kakinya selesai di buat, Pinokio langsung lari keluar rumah dan kabur.
 
Gepeto                                : “Pinokio... tunggu!” (mengejar Pinokio)” Pinokio, ayo kita pulang!”
Pinokio                                : “Aku tidak mau pulang!”
Gepeto                                : “Ayo kita pulang Pinokio!”
Pinokio                                 : “Baiklah.”

Akhirnya mereka berdua sampailah dirumah, 

Gepeto                                 : “Pinokio mulai besok kamu harus sekolah seperti anak-anak yang lain.”
Pinokio                                 : “iya Ayah, tapi aku perlu buku untuk sekolah.”

Kakek Gepeto lalu menjual jaket satu-satunya dan membeli sebuah buku untuk Pinokio. Esok harinya Pinokio pergi ke sekolah sambil berlari-lari kecil. Dalam  perjalanan, ia melihat banyak anak-anak sedang bermain. Pinokio ingin sekali bermain dengan mereka.

Pinokio                                : “Ayah siapa mereka”
Gepeto                                : “Mereka  anak-anak  yang tidak mau bersekolah”. 

Keesokan harinya, Gepeto mengantarkan Pinokio ke sekolah namun Pinokio tidak ingin kesekolah ia ingin bermain dengan anak-anak di pasar, walaupun Gepeto melarangnya.

Pinokio                                : “Ayah itukah sekolahku?
Gepeto                                : “Benar”
Pinokio                                : “ Biarkan aku saja sendiri kesekolah ayah, aku bisa kesekolah sendiri”
Gepeto                                : “ Baiklah, hati-hati Pinokio, Ayah percaya padamu”


SCENE II

Namun sayang Pinokio berbohong ia tidak pergi kesekolah dan pergi ke pasar dimana banyak anak-anak nakal disana.
Pinokio                 : “Hai, Bolehkah aku bermain bersama kalian”
Ammar                 : “Siapa namamu?”
Pinokio                 : “Namaku Pinokio ”
Ataya                    : “ Lihat kawan, dia terbuat dari kayu”
Vava                      : “ Ia kau seperti boneka”
Ammar                 : “ Aku tidak ingin bermain dengannya, dia aneh”
Pinokio                 : “ Ayolah aku ingin bermain dengan kalian, kumohon”
Athaya                  :” Kenapa kau kesini, kulihat kau ingin pergi kesolah bersama ayahmu?”
Pinokio                 :” Ya aku ingin kesekolah  tapi aku lebih suka bersama kalian”
Rara                       : “Kamu boleh bermain bersama kami, tapi ?”
Pinokio                 : “ tapi apa?
Rara                       : “berikan tas mu!”
Pinokio                 : “Baiklah, Ayo bermain”

Pinokio sangat senang bermain bersama mereka. Pinokio melupakan janji kepada ayahnya untuk  pergi kesekolah, tiba-tiba munculah seorang wanita cantik. 

Ibu bijaksana        : “Pinokio”
Pinokio                 : “si..si..siiapa kamu?”
Ibu bijaksana         : “Aku Ibu bijaksana yang mendengar doa Gepeto lalu berdoa kepada Allah agar kau     berubah menjadi anak Gepeto , sedang apa kau disini, bukankah kau sudah berjanji akan pergi kesekolah?”
Pinokio                 : “Tidak, ayah tidak menyuruhku ke sekolah”
Ibu bijaksana marah lalu berdoa kepada Allah agar memanjangkan hidung pinokio seketika.
Ibu Bijaksana        : ‘Kau berbohong”
Pinokio                 : “Apa yang terjadi dengan hidungku? Kembalikan hidungku seperti semula wahai Peri, kumohon”
Ibu bijaksana     : “Baiklah, namun ada 1 syarat, kau tidak boleh berbohong, jika kau berbohong hidungmu akan terus memanjang”
Pinokio              : “ Ya aku berjanji”
Ibu bijaksana     : “Pulanglah Gepeto sangat mengkhawatirkanmu”

SCENE III

Pinokio pun pergi untuk pulang, namun ditengah perjalanan Pinokio bertemu dengan sekelompok penjahat.
Raul                       :” Hei anak kecil sedang apa kau disini?”
Pinokio                 : “Aku ingin pulang”
Izdan                     : “ Ha..ha..ha....Pulang?
Pinokio                 : “ Ya, aku sudah berjanji  untuk segera pulang”
Raul                       : “Dimana rumahmu?”
Pinokio                 : “ Disana”
Izdan                     : “Baiklah bagaimana kalau kau ikut kami? Kami akan mengantarkanmu pulang”
Raul                       : “ Ya ikutlah naik kereta kami”
Pinokio                 : “Tidak, terima kasih”

Pinokio dipaksa untuk ikut bersama mereka. Pinokio menangis. Pinokio di culik dan dibawa kabur oleh mereka. Tiba-tiba datanglah ibu bijaksa menyelamatkan Pinokio. Ibu bijaksana berdoa kepada Allah agar mengubah penculik menjadi patung seketika.

Pinokio                 : “Oh terima kasih ibu bijaksana, Kau menyelamatkan aku lagi”
Peri                        : “ Cepat pergilah pinokio”

Pinokio berlari sekencang-kencangnya, hingga ia menabruk seseorang.

Gepeto                 : “ Pinokio?? Kau kah itu?”         
Pinokio                 : “ Ayah, Ayah maafkan aku”
Gepeto                 : “Kemana saja kau, Aku sangat mengkhawatirkanmu”
Pinokio                 : “Ia ayah aku akan berjanji untuk selalu pergi kesekolah, menjadi anak yang pintar, dan tidak akan berbohong kepadamu lagi.
Gepeto                  : “ Ya Pinokio”

Mereka menagis bersama. Ibu bijaksana datang dan mengubah pinokio menjadi anak sungguhan.

Pinokio                   : “Ayah lihat, sekarang aku menjadi anak sungguhan, aku bukan boneka kayu lagi.
Gepeto                   : “Terima kasih ibu bijaksana, Aku akan merawatnya dengan baik”
Peri                        : “ Berjanjilah Pinokio, kau akan selalu menjadi anak baik, jujur dan pintar”
Pinokio                 : “ Ya aku berjanji”

Mereka sangat bahagia, Impian Gepeto memiliki anak laki-laki terkabulkan. Pinokio menjadi anak yang baik dan hidup berbahagia bersama kakek Gepeto ayahnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar