PINOKIO
SCENE I
Dahulu kala hiduplah seorang kakek tukang kayu yang tinggal di Italia.
Kakek itu bernama Gepeto. Ia tinggal sebatang kara tanpa sanak saudara. Suatu hari ia membuat boneka kayu dan berharap
boneka itu dapat berubah menjadi seorang anak laki-laki.
Gepeto :
“Seandainya kau benar anak laki-lakiku, kau
akan kunamai Pinokio.”
(berbicara kepada boneka kayu)
Kakek Gepeto berbicara sendiri sambil terus memahat boneka kayu itu.
Tiba-tiba boneka itu mulai bergerak. Ia melihat ke arah kakek Gepeto,
mengerenyitkan hidung dan menjulurkan lidahnya.
Gepeto :
“Ya ampun! Apa yang terjadi?” (terkejut)
Tak lama setelah bagian kakinya selesai di buat, Pinokio langsung lari
keluar rumah dan kabur.
Gepeto :
“Pinokio... tunggu!” (mengejar Pinokio)” Pinokio, ayo kita pulang!”
Pinokio : “Aku tidak
mau pulang!”
Gepeto :
“Ayo kita pulang Pinokio!”
Pinokio :
“Baiklah.”
Akhirnya mereka berdua sampailah dirumah,
Gepeto : “Pinokio mulai besok kamu harus sekolah seperti anak-anak yang
lain.”
Pinokio :
“iya Ayah, tapi aku perlu buku untuk sekolah.”
Kakek Gepeto lalu menjual
jaket satu-satunya dan membeli sebuah buku untuk Pinokio. Esok harinya Pinokio pergi ke sekolah sambil
berlari-lari kecil. Dalam perjalanan, ia
melihat banyak anak-anak sedang bermain. Pinokio ingin sekali bermain dengan
mereka.
Pinokio :
“Ayah siapa mereka”
Gepeto :
“Mereka anak-anak yang tidak mau bersekolah”.
Keesokan harinya, Gepeto
mengantarkan Pinokio ke sekolah namun Pinokio tidak ingin kesekolah ia ingin
bermain dengan anak-anak di pasar, walaupun Gepeto melarangnya.
Pinokio :
“Ayah itukah sekolahku?
Gepeto :
“Benar”
Pinokio :
“ Biarkan aku saja sendiri kesekolah ayah, aku bisa kesekolah sendiri”
Gepeto :
“ Baiklah, hati-hati Pinokio, Ayah percaya padamu”
SCENE
II
Namun sayang Pinokio
berbohong ia tidak pergi kesekolah dan pergi ke pasar dimana banyak anak-anak
nakal disana.
Pinokio :
“Hai, Bolehkah aku bermain bersama kalian”
Ammar :
“Siapa namamu?”
Pinokio :
“Namaku Pinokio ”
Ataya :
“ Lihat kawan, dia terbuat dari kayu”
Vava :
“ Ia kau seperti boneka”
Ammar :
“ Aku tidak ingin bermain dengannya, dia aneh”
Pinokio :
“ Ayolah aku ingin bermain dengan kalian, kumohon”
Athaya :”
Kenapa kau kesini, kulihat kau ingin pergi kesolah bersama ayahmu?”
Pinokio :”
Ya aku ingin kesekolah tapi aku lebih
suka bersama kalian”
Rara :
“Kamu boleh bermain bersama kami, tapi ?”
Pinokio :
“ tapi apa?
Rara :
“berikan tas mu!”
Pinokio :
“Baiklah, Ayo bermain”
Pinokio sangat senang
bermain bersama mereka. Pinokio melupakan janji kepada ayahnya untuk pergi kesekolah, tiba-tiba munculah seorang
wanita cantik.
Ibu bijaksana : “Pinokio”
Pinokio :
“si..si..siiapa kamu?”
Ibu bijaksana :
“Aku Ibu bijaksana yang mendengar doa Gepeto lalu berdoa kepada Allah agar kau berubah menjadi anak Gepeto , sedang apa kau disini, bukankah kau sudah
berjanji akan pergi kesekolah?”
Pinokio :
“Tidak, ayah tidak menyuruhku ke sekolah”
Ibu bijaksana marah lalu berdoa
kepada Allah agar memanjangkan hidung pinokio seketika.
Ibu Bijaksana : ‘Kau berbohong”
Pinokio :
“Apa yang terjadi dengan hidungku? Kembalikan hidungku seperti semula wahai
Peri, kumohon”
Ibu bijaksana :
“Baiklah, namun ada 1 syarat, kau tidak boleh berbohong, jika kau berbohong
hidungmu akan terus memanjang”
Pinokio : “ Ya aku berjanji”
Ibu bijaksana :
“Pulanglah Gepeto sangat mengkhawatirkanmu”
SCENE
III
Pinokio pun pergi untuk
pulang, namun ditengah perjalanan Pinokio bertemu dengan sekelompok penjahat.
Raul :” Hei anak kecil sedang apa kau disini?”
Pinokio : “Aku ingin pulang”
Pinokio : “Aku ingin pulang”
Izdan :
“ Ha..ha..ha....Pulang?
Pinokio :
“ Ya, aku sudah berjanji untuk segera
pulang”
Raul :
“Dimana rumahmu?”
Pinokio :
“ Disana”
Izdan :
“Baiklah bagaimana kalau kau ikut kami? Kami akan mengantarkanmu pulang”
Raul :
“ Ya ikutlah naik kereta kami”
Pinokio :
“Tidak, terima kasih”
Pinokio dipaksa untuk
ikut bersama mereka. Pinokio menangis. Pinokio di culik dan dibawa kabur oleh
mereka. Tiba-tiba datanglah ibu bijaksa menyelamatkan Pinokio. Ibu bijaksana
berdoa kepada Allah agar mengubah penculik menjadi patung seketika.
Pinokio :
“Oh terima kasih ibu bijaksana, Kau menyelamatkan aku lagi”
Peri :
“ Cepat pergilah pinokio”
Pinokio berlari
sekencang-kencangnya, hingga ia menabruk seseorang.
Gepeto : “ Pinokio?? Kau kah itu?”
Pinokio :
“ Ayah, Ayah maafkan aku”
Gepeto :
“Kemana saja kau, Aku sangat mengkhawatirkanmu”
Pinokio :
“Ia ayah aku akan berjanji untuk selalu pergi kesekolah, menjadi anak yang
pintar, dan tidak akan berbohong kepadamu lagi.
Gepeto : “ Ya Pinokio”
Mereka menagis bersama. Ibu bijaksana datang dan
mengubah pinokio menjadi anak sungguhan.
Pinokio : “Ayah lihat, sekarang aku
menjadi anak sungguhan, aku bukan boneka kayu lagi.
Gepeto : “Terima kasih ibu bijaksana,
Aku akan merawatnya dengan baik”
Peri : “ Berjanjilah Pinokio, kau
akan selalu menjadi anak baik, jujur dan pintar”
Pinokio : “ Ya aku berjanji”
Mereka sangat bahagia, Impian Gepeto memiliki anak laki-laki terkabulkan. Pinokio menjadi anak yang baik dan hidup berbahagia bersama kakek
Gepeto ayahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar